Saturday , July 31 2021
Punya Utang Rp362 Juta Wanita Ini Lunasi dalam Setahun, Gini Caranya
Punya Utang Rp362 Juta Wanita Ini Lunasi dalam Setahun, Gini Caranya

Punya Utang Rp362 Juta Wanita Ini Lunasi dalam Setahun, Gini Caranya

Di Amerika Serikat (AS), tinggal dengan orangtua dan adik wanita saat berumur 20 tahun bukanlah hal yang bagus. Tetapi, Kristina Truong menganggap sebagai karunia.

Perjalanan Truong diawali saat dia mempunyai hutang utang mahasiswa senilai US$ 25.000 atau sama dengan Rp 362 juta (anggapan Rp 14.400/US$). Buat membayar pinjamannya bisa lebih cepat, dia berpindah kembali lagi ke rumah orang tuanya di Fairfax, Virginia, sesudah ia lulus dari James Madison University di tahun 2018.

Wanita berumur 25 tahun ini selanjutnya memperoleh tugas sebagai manager project dalam suatu perusahaan konselor digital di daerah Washington, DC, hasilkan US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) /tahun. Di akhir 2019, dia bebas dari hutang, sanggup mengirit sampai lebih dari US$ 50.000 (Rp 724 juta) dan siap-siap untuk berpindah ke rumah tinggalnya sendiri.

Lantas bagaimanakah pada akhirnya Truong membayar hutangnya dengan periode waktu singkat?

Truong ternyata mengaplikasikan hidup irit atau frugal living. Menurut dia, ke-2 orang tuanya berperanan penting karena sudah memberikan inspirasi ia untuk berusaha keras dan irit dengan uangnya.

“Menabung dan irit dengan pengeluaran saya betul-betul menempel pada saya semenjak umur muda,” kata Truong ke CNBC International.

Sementara langkah ia mengurus keuangan didalami dari panduan YouTube. Dimulai dari pajak, investasi, dan topik kompleks yang lain.

Ia memakai pengetahuannya dan upah yang lumayan besar untuk bayar hidupnya dan keluarganya di depan. Mempunyai pengetahuan dalam mengurus keuangan, Truong menolong permasalahan keuangan keluarnya.

Saat sebelum wabah Covid-19, Truong menyumbangkan US$ 400 (Rp 5,tujuh juta) untuk hipotek orang tuanya sebesar US$ 2.100 (Rp 30 juta) tiap bulan, dan bayar utilitas rumah tangga dan bill telephone.

Dia menyisihkan beberapa ratus dolar tiap bulan untuk menolong bayar pengajaran perguruan tinggi adik wanitanya. Saat ibunya kehilangan kerjanya sebagai pakar manikur kuku pada Maret, Truong mulai isi ketimpangan dalam bujet rumah tangga dengan bayar bahan makanan dan keperluan yang lain.

“Saya mendapatkan hak spesial untuk tumbuh di Amerika dan mempunyai semua kesempatan ini,” ucapnya. “Itu membuat saya ingin bekerja lebih keras agar bisa sediakan untuk orangtua saya sama seperti yang mereka beri buat saya.”

Disamping itu, sebagai seorang Kristen yang patuh, Truong menyumbang sekitaran 10% dari upahnya tiap bulan.

“Semenjak saya mengenali firman Tuhan, saya betul-betul turut serta dalam komune gereja saya,” ucapnya, sambil menambah jika ia mendatangi misa virtual tiap akhir minggu. “Benar-benar membahagiakan mempunyai komune orang yakin yang bisa saya utamakan dan kontak rekan-rekan saya.”

Di luar tugas dan apa yang diyakininya, Truong jalankan District Cupcakes, yaitu usaha katering kue mangkok, bersama saudara wanita dan ibunya. Ia habiskan beberapa ratus dolar tiap bulan untuk iklan di sosial media.

Di awal tahun 2020, perusahaan penuhi 20 pesanan massal satu bulan untuk pernikahan dan acara perusahaan. Tapi usaha sudah melamban semenjak wabah menerpa dan saat ini mereka umumnya membuat pesanan pribadi untuk ulang tahun atau beberapa acara kecil yang lain.

Ibu dan saudara wanitanya tangani pembikinan kue sementara Truong cari client dan mengepak dan mengantar cemilan. Sekarang ini, semua keuntungan mereka diinvestasikan kembali untuk meningkatkan perusahaan.

Check Also

Mahfud MD Covid Tak Pandang Bulu, Orang Rajin Wudhu dan Sholat Tetap Bisa Kena

Mahfud MD: Covid Tak Pandang Bulu, Orang Rajin Wudhu dan Sholat Tetap Bisa Kena

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengingatkan bahwa Covid-19 merupakan ancaman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *